SELAMAT DATANG DI BATIK_KU "PEKALONGAN"

Minggu, 10 Juli 2011

: perbedaan batik pekalongan dengan lainnya

Batik pekalongan mempunyai ciri khusus, yaitu terdapat banyak pilihan warna (kaya warna) sebagaimana ciri khas dari batik pesisir pada umumnya. Perbedaan Batik pekalongan dengan batik kota lainnya terletak pada ragam hias / motifnya yang cenderung berkonsep naturalis. Motif – motif disini sangat dipengaruhi oleh pendatang keturunan Cina dan Belanda.

Motif batik pekalongan mempunyai pola yang abstrak dan bebas meskipun motifnya terkadang senada dengan batik Solo & Yogyakarta, yang biasanya dimodifikasi dengan variasi warna yang menarik untuk semua kalangan, baik anak – anak, remaja, dewasa sampai untuk lansia semua ditawarkan dengan kemasan yang menarik. Untuk urusan warna batik Pekalongan dapat dikategorikan sangat berani, tak jarang pada sehelai kain batik dijumpai sampai dengan 8 warna yang sangat berani dengan kombinasi yang sangat dinamis. Motif yang paling populer di dan terkenal dari pekalongan adalah motif batik Jlamprang.
Keistimewaan batik pekalongan lainnya adalah para pembatiknya sangat kreatif mengikuti perkembangan jaman. Maka tidak heran kejadian – kejadian ter uptudate dituangkan para pembatik dalam tuangan – tuangan motif batik pada canting pembatik. Sebagai contoh pada era penjajahan Jepang, lahir batik dengan nama’Batik Jawa Hokokai’,yaitu batik dengan motif dan warna yang mirip kimono Jepang, pada era enam puluhan lahir batik “tritura”, tahun 2005 pada waktu SBY dilantik presiden turut serta lahir batik “SBY”& untuk mengenang bencana Tsunami di Aceh maka dari tangan - tangan terampil pembatik lahirlah motif “Tsunami”. Dan karya – karya kedepan juga diorientasikan terhadap penomena – penomena ter uptudate di lingkungan masyarakat, guna menarik pangsa pasar sekaligus tetap melestarikan warisan budaya batik sebagai warisan budaya. Apalagi sudah diakui dan disyahkan / diakui oleh Dunia (UNESCO) bahwa batik adalah warisan budaya Indonesia dan juga merupakan warisan budaya Dunia.
Dengan semangat diatas para pembatik di Pekalongan di tuntut untuk bekerja keras & terus mengembangkan kreatifitasnya demi kelestarian batik sebagai warisan budaya kita semua. Buah dari hasil kerja keras tersebut sudah terbukti batik Pekalongan mendapat tempat yang khusus di hati para penggemar batik. Pangsa pasar batik Pekalongan selain pulau Jawa juga sudah merambah di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Minahasa, hingga Makassar. Biasanya pedagang batik di daerah ini memesan motif yang sesuai dengan selera dan adat daerah masing-masing. Paradigma seperti ini sangatlah relevan dengan ungkapan “PEKALONGAN KOTA BATIK”. Majulah Pekalongan dengan “mengawal” kelestarian warisan budaya Nusantara & Dunia yang adhiluhung ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar